Registrasi Master Dealer Chip Sakti

Lahan milik perusahaan BUMN bakal dibangun rusunami untuk buruh

Kementerian Perumahan Rakyat berencana membangun 25 tower (menara) rumah susun sederhana milik (rusunami) yang khusus diperuntukkan bagi buruh di lokasi yang berdekatan dengan tempat kerja. Namun, mahalnya lahan menjadi salah satu kendalanya.

"Kendala utama dalam pembangunan rusunami di kawasan perkotaan adalah masalah mahalnya harga lahan," ujar Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz melalui siaran persnya, Minggu (7/4).
Menurutnya, keterbatasan lahan untuk pembangunan perumahan dan permukiman serta meningkatnya harga lahan mempersulit akses masyarakat menempati hunian yang layak dan terjangkau di perkotaan. Akhirnya, masyarakat cenderung memilih tempat tinggal di pinggir kota yang jauh dari tempatnya bekerja. Otomatis, biaya transportasi meningkat.

Pembangunan rusunami di pusat perkotaan diyakini sebagai salah satu solusinya.
"Melalui pembangunan rumah susun bagi para karyawan yang dekat dari tempat kerja, diharapkan produktivitas sumber daya manusia menjadi lebih baik sehingga akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum," kata Menpera.

Karena terbatasnya dan mahalnya lahan di perkotaan, Kemenpera tengah berupaya menggandeng beberapa perusahaan BUMN untuk diberi dapat memanfaatkan lahan milik mereka yang tidak digunakan untuk operasional.
Salah satunya adalah Pertamina dan PLN. Kemenpera mengaku sudah menjalin kerja sama untuk memanfaatkan lahan milik kedua perusahaan pelat merah tersebut untuk membangun rumah susun di kawasan perkotaan.
merdeka.com
Tag : Berita PLN
Back To Top