Registrasi Master Dealer Chip Sakti

PLN operasikan lima unit pembangkit CNG


PLN operasikan lima unit pembangkit CNG

PT PLN (Persero) akan mengoperasikan lima unit pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berbahan bakar gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) pada tahun ini. Pembangkit tersebut merupakan modifikasi dari PLTG yang awalnya menggunakan bahan bakar gas alam.
Kepala Divisi Gas dan BBM PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan pengoperasian PLTG berbasis CNG bertujuan untuk meminimalisir kekurangan pasokan bahan bakar gas pada saat beban puncak. "Kami membangun fasilitas CNG storage untuk pembangkit yang butuh beban puncak, karena bahan bakar tidak bisa dipenuhi oleh para pemasok gas," ujar dia di Jakarta, Selasa (22/1).
Adapun pembangkit yang akan beroperasi pertama kali yaitu PLTG Jakabaring di Sumatera Selatan. Menurut Suryadi, pihaknya menargetkan pembangkit dengan kapasitas 50 megawatt (MW) tersebut akan dapat beroperasi akhir Januari ini. Suryadi menambahkan, pembangkit tersebut dibangun oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPE) Sumatera Selatan dengan investasi mencapai USD 9 juta. Nantinya, setelah beroperasi, pasokan setrum sebanyak 50 MW itu akan masuk ke jaringan interkoneksi wilayah Sumatera.
Suryadi menambahkan kebutuhan pasokan gas CNG untuk PLTG mencapai 3,5 juta kaki kibuk per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd), dan akan diperoleh dari PT Medco E&P Indonesia dengan harga USD 9,3 per MMBTU. "Jika sudah beroperasi, ini akan menjadi PLTG berbasis CNG pertama di dunia," tegas dia.
Selain PLTG Jakabaring, PLN dalam waktu dekat juga akan mengoperasikan dua pembangkit lain yaitu PLTG Sie Gelam di Jambi dan PLTG Grati di Jawa Timur. Menurut Suryadi, kedua unit tersebut ditargetkan beroperasi pada April mendatang.
Suryadi menjelaskan, PLTG Sie Gelam akan membutuhkan sekitar pasokan gas sebesar 4,5 mmscfd untuk dapat menghasilkan listrik sebesar 90 MW. Sedangkan PLTG Grati yang memiliki kapasitas 300 MW akan membutuhkan pasokan gas sekitar 17 mmscfd. "Harga gas yang kami peroleh relatif sama dengan PLTG Jakabaring, sekitar USD 9,3 per MMBTU," kata dia.
Dua pembangkit lainnya yang akan dioperasikan PLN yaitu, PLTG Tambak Lorok dan PLTG Muara Tawar. Keduanya akan menghasilkan listrik masing-masing sebanyak 320 MW dengan kebutuhan pasokan gas sebesar 20 mmscfd. "Tambak Lorok dan Muara Tawar kami proyeksikan akan beroperasi akhir tahun ini," pungkas dia.

Merdeka.com
Tag : Berita Media
Back To Top