Registrasi Master Dealer Chip Sakti

PLN catatkan kerugian Rp 161 miliar selama banjir

Banjir besar yang mengepung Jakarta pertengahan bulan lalu telah merugikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai perusahaan penyedia listrik pelat merah. Hingga saat ini, penghitungan PLN menunjukkan angka kerugian hingga Rp 161 miliar.
"Banjir yang menggenangi PLTGU Muara Karang hingga memaksa dimatikannya unit pembangkit listrik, menyebabkan kerugian teknis di sisi pembangkit diperkirakan sekitar Rp 20 miliar" kata Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/1).
Selain dari pembangkit tersebut, PLN juga menelan kerugian dari sisi distribusi dan transmisi akibat peralatan rusak karena tergenang air, masing-masing sekitar Rp 91 miliar dan Rp 5 miliar. Banjir tersebut juga menyebabkan PLN kehilangan kesempatan penjualan energi listrik sekitar Rp 45 miliar.
Saat banjir berlangsung, PLN harus mematikan aliran listrik di beberapa gardu induk. Pada Jumat (18/1) lalu sebagai akibat banjir 1847 gardu padam maka sampai dengan hari Sabtu 26/1 semua gardu sudah dioperasikan lagi.
"Selain karena areanya tergenang air sehingga terpaksa listriknya dimatikan, juga karena tergenangnya pembangkit dan gardu listrik. Jembatan kabel transmisi 159 kV yang melintas di kali Ciliwung juga roboh tersapu banjir sehingga kabel transmisinya sempat dipadamkan," jelas Adnyana.
Dalam keadaan darurat bencana seperti ini, lanjut dia, PLN tetap berupaya maksimal mengerahkan segenap sumber daya untuk secepatnya melakukan pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan PLN. Sejak 22 Januari 2013, pembangkit listrik Muara Karang sudah dapat beroperasi kembali, setelah sebelumnya digenangi banjir yang menyebabkan operasi pembangkit terganggu dan menurunkan kemampuan pasokan listrik ke Jakarta. Begitu pula dengan transmisi listrik semua sudah pulih. Hanya beberapa daerah yg masih tergenang banjir masih dipadamkan hingga air banjirnya benar-benar surut.
Tag : Berita Media
Back To Top