Registrasi Master Dealer Chip Sakti

Dirut PLN klaim pengusaha bisa menerima kenaikan tarif listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengklaim kenaikan tarif listrik tidak akan menimbulkan gejolak.
Pelaku usaha yang sebelumnya ngotot menolak kebijakan ini. mulai bersikap kooperatif. Nur menceritakan, banyak pengusaha besar yang mengatakan kepadanya menerima karena kenaikan tarif yang sudah diputuskan pemerintah.
"So far kalangan pebisnis semuanya mengatakan pada PLN bisa memahami opsi pemerintah," ujarnya di Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2).
Hari ini, dia juga menggelar pertemuan dengan pengusaha baik asing maupun domestik. Di antara tamu undangan PLN yang hadir adalah wakil perusahaan-perusahaan tambang dan kontraktor migas kawakan Chevron Pacific.
Namun orang nomor satu PLN itu menampik kenaikan tarif menjadi salah satu agenda yang mereka bahas. "Tidak, kita tidak konsen (diskusi) soal tarif," ungkapnya.
Golongan pelanggan industri akan terkena kenaikan tarif tenaga listrik dengan persentase paling besar tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya, pelanggan industri mendapat subsidi hingga Rp 20 triliun.
Bahkan pelanggan 6.600 VA ke atas alias industri, pemerintah memastikan mereka tidak lagi mendapat subsidi listrik pada akhir tahun ini.
Peningkatan tarif ini sempat memunculkan rumor pengusaha bakal beramai-ramai menaikkan harga barang lantaran biaya produksi meningkat akibat kenaikan listrik. Salah satunya adalah Asosiasi Makanan dan Minuman Indonesia yang mengaku harga makanan olahan bakal naik 10 persen akibat listrik yang mengalir ke pabrik mereka jadi lebih mahal.
Tahun ini listrik akan naik 15 persen untuk pelanggan 1.300 VA ke atas. Besaran kenaikan listrik bervariasi, seperti pelanggan 1.300 VA, naik dari tarif awal Rp790/Kwh menjadi Rp833/Kwh pada triwulan pertama, Rp879/Kwh pada triwulan kedua, dan Rp928/Kwh per triwulan ketiga dan Rp979/Kwh.

Merdeka.Com
Tag : Berita Media
Back To Top