Registrasi Master Dealer Chip Sakti

Serangan MALWARE Pada Ponsel Cerdas Android Capai 1 Juta


Compact_malware

JAKARTA—Trend Micro memperkirakan serangan malware pada ponsel cerdas berbasis Android akan meningkat tahun ini, jumlahnya mencapai 1 juta.

Berdasar laporan Trend Micro, pada 2012 lalu ditemukan 350.000 ancaman pada platform mobile. Ancaman tersebut termasuk pada 20% pengguna Android yang sudah menggunakan aplikasi keamanan.

"Blackberry dan iOS relatif aman. Android memang kodenya terbuka, tapi itu juga jadi satu keunggulannya,” ujar Director Business Strategy & Operartions Trend Micro Asia Pasifik James Lee a, Senin (28/1/2013).

Menurut dia, ancaman malware pada peranti Android meningkat selama 3 tahun terakhir, sementara peningkatan yang sama membutuhkan waktu 14 tahun pada PC. Dia menambahkan, saat ini dalam setiap detik setidaknya muncul satu ancaman di Internet.

Dia menjelaskan pola penggunaan internet yang semakin masif termasuk untuk perangkat mobile memicu hacker semakin aktif menciptakan celah. Menurut dia, para hacker itu mengembangkan aplikasi jahat melalui celah keamanan yang kadang dilupakan pengguna baik korporat maupun perorangan.

Lee menambahkan peri laku penggunaan Internet yang sembarangan serta tidak tanggapnya perusahaan pada potensi gangguan keamanan jaringannya membuat peredaran malware semakin meluas.

Dari data Trend Micro, hampir 90% perusahaan di dunia berpotensi diserang program jahat alias malware. Dari jumlah tersebut terdapat 55% perusahaan yang menyadari potensi serangan itu dan mengabaikan peningkatan keamanan.

“Saat ini untuk melakukan hacking dan mencuri data bahkan tidak perlu membuat aplikasi sendiri. Sudah banyak toolkit untuk melakukan eksploit,” imbuhnya.

Technical Consulting Manager Trend Micro Indonesia Yudi Arijanto mengatakan serangan pada ponsel cerdas berbasis Android banyak terjadi pada aplikasi pop up yang biasanya diunduh gratis. Beberapa aplikasi tersebut berisi malware dan disebarkan melalui market atau Google Play.

“Biasanya pengguna akan mendapat semacam notofikasi. Jika sembarangan diklik maka link itu akan membuka browser dan membuka halaman tertentu. Di situlah malware,” ujarnya.
Back To Top